Thursday, 28 April 2011

DATA AHLI MAJELIS HIDAYATUL MUSTAFIDZ



BINTULU
NAMA
HP. NO.
UMUR
1.        HABIB AMIRNURULLAH B. WAN MADIHI
0109644496/0149995245

2.        WAN AINOL AKMAL B. HJ. WAN ISKHANDAR
0165776860
20 TAHUN
3.        WAN MOHD. SAYUTI B. WAN SULAIMAN
0173564665
18 TAHUN
4.        WAN MOHD. IRFAN B. WAN HABIB
0165759923
18 TAHUN
5.        .WAN MOHD. AZIZI B. WAN HOSEN
0138170299
18 TAHUN
6.        WAN ZAINOL FATHURRAHMAN B. WAN ISKHANDAR
0198644622
17 TAHUN
7.        WAN MOHD. NASA’IE B. WAN SULAIMAN
0109878441
17 TAHUN
8.        WAN AHMAD SYAFIQ B. WAN ISKHANDAR
0165772546
16 TAHUN
9.        WAN ANWAR IZZUDDIN B. WAN ISKHANDAR
0168777485
14 TAHUN
10.     WAN MOHD. NU’MAN B. WAN SULAIMAN

13 TAHUN
11.     SHARIFAH NUR. ATIQAH BT. WAN JAMIL
0138442631
18 TAHUN
12.     SHARIFAH MAS KHATIJAH BT WAN ZAINAL ABIDIN
0146801164
16 TAHUN





KUCHING

1.        WAN YUSUF B. WAN MU’MIN
0135684668/0146915536(DIGI)

2.        SYED NASIRUDDIN


3.        SYED SULAIMAN


4.        WAN AMEERIL


5.        WAN ZULKHAIRI


6.        WAN IQMALUDDIN


7.        SYED AL RUSYDI


8.        SHARIFAH MURSYIDA


9.        SHARIFAH SAADAH


10.     SHARIFAH KHADIJAH


11.     SHARIFAH MUNIRAH


12.     SHARIFAH NURAMIZA


13.     SHARIFAH NURANIZA


14.     SHARIFAH FITRAH


15.     SHARIFAH ARIANA


16.     SHARIFAH FATIN





























Wednesday, 27 April 2011

MENCINTAI RASULULLAH S.A.W

Assalamu alaika, zain al anbiya-i
(Salam bagimu, wahai hiasan para Nabi)
Assalamu alaika, azkal azkiya-i)
(Salam bagimu, Yang Tersuci dari Orang-orang suci)
....
Anta syamsun, anta badrun, anta nurun fauqa nuuri
(Engkau matahari, bulan purnama, cahaya di atas cahaya)
...
Begitu sebagian untaian shalawat dan syair-syair Maulid yang banyak dibaca di Kalteng/Kalsel, sebagai perwujudan cinta dan pujian kepada Nabi k ita Muhammad SAW.Syair-syair di atas adalah gubahan ulama-ulama terdahulu, yang kemudian ditradisikan oleh umat Islam secara turun temurun.
Sebagian orang menyebutnya sebagai bid'ah, kultus individu, dan lain lain sebutan. Karena memang tidak ada dalam Al-Quran maupun hadis secara tersirat. Padahal syair-syair tersebut hanyalah ungkapan shalawat, pujian, salam, dan kerinduan. Sesuatu yang alami, murni dari para peci nta Rasulullah SAW. Cinta memang tidak bisa hanya cu kup disimpan dalam hati tetapi harus diekspresikan dengan ucapan dan perbuatan. Bagi orang awam (seperti saya), sangat terbantu mengekspresikan cinta kita kepada Rasulullah SAW dengan syair-syair maulid ini. Biarlah orang lain mengatakan bid'ah, bagi kita inilah salah satu ungkapan yang bisa kita berikan kepada insan yang paling mulia, paling suci, paling baik, paling kita rindukan, dan paling kita cintai.
Bukankah Allah SWT sendiri dan para malaikat memberikan salaw at, sebagai penghormatan, terlebih dahulu sebelum menyuruh kita mengucapkan salawat? Bukankah Allah SWT juga memuji Muhammad Rasulullah SAW sebagai yang berakhlaq agung (la'ala khuluqin adziem), suri tauladan yang baik (uswatun khasanah), cahaya (nur), rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin), dan yang belas kasih dan penyayang (raufur rahim)?
Tetapi tentu, tidak hanya dengan pujian dan salawat saja semestinya, bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW. Ada banyak hal y ang akan menambah kualitas cinta kita kepada Insan Utama i ni. Menurut saya, berikut di antaranya:

1. Menjalankan pesan-pesan dan ajaran Rasulullah SAW.
Ada banyak pesan-pesan Rasulullah sebagai kecintaan Rasul kep ada umatnya, yang terhimpun dalam berbagai hadis Nabi. Tentu bukti kecintaan kita adalah dengan menjalankan pesan-pesan itu. Apal agi pesan-pesan itu adalah hal-hal yang memang akanmenyelamatkan dan membahagiakan kita di dunia dan akhirat.
'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Nabi), maka Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu' (QS 3:31)

2.Merindukan bertemu Rasulullah SAW.
Kalau kita mencintai gadis/pria, tentu kita selalu merindukan nya dan ingin bertemu dengannya. Biarpun jauh, penuh rintangan, tentu akan kita lakukan demi kecintaan kita kepadanya. Begitu juga kecintaan kita kepada Rasul. Kita belum pernah bertemu dengannya, namun kita sudah merasakan nikmat karena mengikuti ajarannya. Alangkah senangnya kita jika suatu saat bertemu dengannya. Tentu, kita akan berupaya sekuat tenaga agar bisa berjumpa dengan Rasul kekasih kita.
Suatu ketika salah seorang sahabat Rasul menyatakan cintanya kepada Rasulullah SAW.Rasul menjawab: 'Anta ma'a man ahbabta' (engkau beserta orang yang engkau cintai).

3. Memperbanyak shalawat dan pujian untuk Nabi SAW
Bertolak dari firman Allah SWT:
'Sesungguhnya Allah dan para Malaikat bershalawat kepada Nabi . Wahai orang-orang beriman, bershalawatlah kepadanya dan ucapkanlah salam ..'
Maka shalawat Nabi banyak diucapkan dimana-mana, paling tidak dalam shalat-shalat kita.Kemudian para ulama menggubah berbagai macam shalawat dan pujian sebagai ungkapan kecintaan kepada Nabi S AW. Shalawat dan pujian inilah yang banyak dibacakan di bul an maulid ini.

4. Mencintai keluarga (ahlul bait) Nabi SAW
Dalam Shahih Muslim, kitab hadis paling valid kedua setelah Bukhari, disebutkan p esan Nabi SAW;
'Aku tinggalkan dua bekal yang berharga (tsaqalain). Pertama adalah Kitabullah, di dalamnya terdapat petunju k dan cahaya. Laksanakanlah Kitabullah itu dan berpega ng teguhlah kepadanya. (Dan berpegang pula) pada Ah lul Baitku. Aku peringatkan kalian tentang ahlul baitku (3x)'
Dalam hadis lain:
'Aku tinggalkan dua perkara yaitu Kitabullah dan keluargaku, keduanya tidak akan berpisah hingga saat menemui ku di Telaga, maka perhatikanlah sikap kalian terhadap mereka' (HR Ahmad, Nasa i, dan Tirmidzi)
Ibn Hajar: dinamakan tsaqalain karena agungnya derajat keduanya.
Dalam Al-Quran (42:23) disebutkan:
'A ku tidak meminta upah kepadamu atas seruanku, kecuali kecintaan kepada kerabat (al-Qurba)'. Ketika sahabat bertanya, siapakah Al-Qurba ? Rasulullah menjawab: Ahlil baitku
Siapakah Ahlul Bait Nabi SAW?
Nah, disini ada 2 kelompok besar dalam menafsirkannya:
a. Kalangan Ahlus-Sunah
Kalangan Ahlus-Sunah rata-rata memberi makna yang luas dan beragam, mulai dari Ali, Hasan, Husain dan keturunannya, hingga istri-i stri Nabi SAW, keluarga Ja'far, dan Keluarga Abas, serta Bani Abdul Muthalib dan Bani Hasyim.
b. Kalangan Syiah
Kalangan syiah (mayoritas) hanya memberi makna Ahlul Bait kepada 12 Imam, yaitu Ali, Hasan, Husain, dan 9 keturunan Husain.
Baik makna sempit atau luas, keduanya bermakna keluarga Nabi. Memang merekalah merupakan salah satu tonggak Islam dal am sejarah. Keluarga Nabi terkenal kesalihannya dan semangat dalam menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, penyebar mula-mula Islam di Indonesia adalah keluarga Nabi.
Kepada para ahlil bait Nabi SAW inilah kita bershalawat dalam setiap shalat. 'Allahumma shali 'ala Muhammad, wa aali Muhammad...'. Kepada mereka pula kita seharusnya ci nta, hormat, dan mengikuti ajaran-ajarannya. Tidak perlu takut kita mengungkapkan kecintaan kepada ahlul bait Nabi, karena itu pesan Rasulullah SAW. Sehingga Imam Syafi'i berujar, 'Jika mencintai Ahl ul Bait disebut Rafidi (Syiah), ketahuilah bahwa saya seorang Rafidi'.

5. Menjaga nama baik Nabi SAW dan umatnya.
Kalau kita mencintai seseorang tentu kita tidak rela jika ora ng tersebut dicaci atau dijelek-jelekkan. Tetapi yang lebih tinggi lagi, kita berusaha menjaga nama baik dengan menjadi t eladan yang baik, sehingga kita ikut membawa nama baik orang yang kita cintai.
Begitu juga kita, tentu harus membela Nabi SAW, jika ada oran g yang mencela Beliau.Namun ada yang lebih tinggi, yai tu menunjukkan kepada dunia bahwa umat Muhammad adalah umat yang mulia, berwib awa dan terhormat. Kalaupun tidak seperti umat Islam terdahulu, minimal tidak menjadi umat yang membawa nama buruk Nabi kita apalagi jikamemalukan nama Beliau.
Kita tahu umat Islam terdahulu mampu merubah dari bangsa yang dilihat pun tidak oleh bangsa-bangsa lain, menjadi bangsa yang berdiri tegak, beradab bahkan menjadi puncak peradaban saat itu. Kini kita mendapati umat Rasulullah tidak dalam posisi mulia. Bangsa mayoritas muslim saat ini identik dengan bangsa miskin, bodoh, t idak tertib, dan yang paling memalukan... bangsa yang paling korup. Dari data statistik, 90% orang miskin ada di Asia & Afrik a, banyak -kalau tidak kebanyakan- dari mereka adalah Muslim.
Padahal umat Islam terdahulu dikenal karena bersemangat baja, tertib, menjaga kehormatan, membela orang-orang lemah dan miskin, menjunjung tinggi ilmu dan menjaga kesucian diri dan harta. Kini harus kita akui bahwa kita harus belajar dari bangsa-bangsa lain, dan terutama nilai-nilai dasar kita dan contoh orang-orang terdahulu yang telah membawa namabaik umat Muhammad SAW.
Kita tentu senang dan bangga, jika Michael H Hart dalam buku yang terkenal menjadikan Nabi Muhammad SAW dalam urutan teratas daftar orang-ora ng yang paling berpengaruh dalam sejarah. Namun kita malu mendapati ban gsa-bangsa muslim terbesar seperti Indonesia, Pakistan, Ban glades adalah diantara bangsa-bangsa paling korup di dunia.
Kita tahu Rasulullah SAW adalah orang yang sangat cinta dan concern dengan umatnya, sehingga digambarkan Allah SWT:
'Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kaum k alian sendiri. Ia merasakan beratnya penderitaan kalian, sangat mendambakan (keimanan dan keselamatan) kalian, dan amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang beriman' (QS 9:128)
Begitu cintanya Rasul terhadap umatnya sehingga konon diantara ucapan terakhir bel iau adalah 'umatku... umatku..'. Entah bagaimana wajah kita jika ketemu Rasulullah, dan melaporkan 'Ya Rasulullah, kini umatmu sangat banyak, nomor 2 di dunia, lebih dari 800 juta.Ne gara terbesar umatmu adalah Indonesia, lebih dari 180 juta Muslim... Hanya saja, maafkan ya Rasulullah, bangsa ini banyak yang miskin, bodoh, tidak tertib, dan termasuk paling korup di dunia.....'. Entah baga imana pula, perasaan Rasulullah Mulia mendengar ini....

Khatimah
Di bulan Maulid yang mulia ini, marilah kita perdalam kecintaan kita kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu Alaihi Wa aalihi wa sal am. Minimal dengan mendendangkan lagi shalawat di rumah-rumah kit a, bukan hanya musik-musik dangdut atau Peterpan. Berikut shalawat yang dulu sering kami senandungkan di langgar-langgar (di Jawa) sebagai puji-pujian. Seiring gerakan modernisme, puji-pujian mulai jarang terdengar...
Allahumma shali wa salim 'alaa sayidina wa maulana Muhammadin. Adada maa bi 'ilmillahi shalatan daimatan bi dawamim mulkillahi...
(Ya Allah sampaikan salawat dan salam untuk junjungan kami Muhammad (dan keluarganya), shalawat sebanyak ilmu Allah, selamanya dengan keabadian kerajaan Allah.)
Mudah-mudahan dengan pernyataan cinta kita kepada Rasulullah SAW ini. Rasulullahmenyahut : 'Engkau beserta orang yang engkau cintai'.
Ameen...Ya Rahman

Nasihat Imam Syafi'ie : PANDUAN BERSAHABAT

PANDUAN BERSAHABAT

1.Sahabat Yang Baik
Aku mencintai sahabat-sahabatku dengan segenap jiwa ragaku, seakan-akan aku mencintai sanak saudaraku.  Sahabat yang baik adalah yang sering sejalan denganku dan yang menjaga nama baikku ketika aku hidup ataupun setelah aku mati.
Aku selalu berharap mendapatkan sahabat sejati yang tak luntur baik dalam keadaan suka ataupun duka.  Jika itu aku dapatkan, aku berjanji akan selalu setia padanya.
Kuhulurkan tangan kepada sahabat-sahabatku untuk berkenalan, kerana aku akan merasa senang.  Semakin banyak aku perolehi sahabat, aku semakin percaya diri.

2.Mencari Sahabat Di Waktu Susah
Belum pernah kutemukan di dunia ini seorang sahabat yang setia dalam duka.  Padahal hidupku sentiasa berputar-putar antara suka dan duka.  Kalau suka melanda, aku sering bertanya…. Siapakah yang sudi menjadi sahabatku?  Dikala aku senang, sudah biasa bahawa banyak orang yang akan iri hati, namun bila giliran aku susah merekapun bertepuk tangan.

3.Pasang-Surut Persahabatan
Aku dapat bergaul secara bebas dengan orang lain ketika nasibku sedang baik.  Namun, ketika musibah menimpaku, kudapatkan mereka tak ubahnya roda zaman yang tak mahu bersahabat dengan keadaan.  Jika aku menjauhkan diri dari mereka, mereka mencemuhkan dan jika aku sakit, tak seorangpun yang menjengukku.  Jika hidupku berlumur kebahagiaan, banyak orang iri hati, jika hidupku berselimut derita mereka bersorak sorai.

4.Mengasingkan Diri Lebih Baik Daripada Bergaul Dengan Orang Jahat
Bila tak ketemukan sahabat-sahabat yang takwa, lebih baik aku hidup menyendiri daripada aku harus bergaul dengan orang-orang jahat.
Duduk sendirian untuk beribadah dengan tenang adalah lebih menyenangkanku daripada bersahabat dengan kawan yang mesti kuwaspada.

5.Sukarnya Sahabat Sejati
Tenanglah engkau dalam menghadapi perjalanan zaman ini.  Dan bersikaplah seperti seorang paderi dalam menghadapi manusia.  Cucilah kedua tanganmu dari zaman tersebut dan dari manusianya.  Peliharalah cintamu terhadap mereka.  Maka kelak kamu akan memperolehi kebaikannya.
Sepanjang usiaku yang semakin tua, belum pernah aku temukan di dunia ini sahabat yang sejati.  Kutinggalkan orang-orang bodoh kerana banyak kejelekannya dan ku janji orang-orang mulia kerana kebaikannya sedikit.

6.Sahabat Sejati Di Waktu Susah
Kawan yang tak dapat dimanfaatkan ketika susah lebih mendekati musuh daripada sebagai kawan.  Tidak ada yang abadi, dan tidak ada kawan yang sejati kecuali yang menolong ketika susah.
Sepanjang hidupku aku berjuang keras mencari sahabat sejati sehinggalah pencarianku melenakanku.  Kukunjungi seribu negara, namun tak satu negarapun yang penduduknya berhati manusia.

7.Rosaknya Keperibadian Seseorang
Dalam diri manusia itu ada dua macam potensi tipuan dan rayuan.  Dua hal itu seperti duri jika dipegang dan ibarat bunga jika dipandang.  Apabila engkau memerlukan pertolongan mereka, bersikaplah bagai api yang dapat membakar duri-duri itu.

8.Menghormati Orang Lain
Barangsiapa menghormati orang lain, tentulah ia akan dihormati.  Begitu juga barangsiapa menghina orang lain, tentulah ia akan dihinakan.
Barangsiapa berbuat baik kepada orang lain, baginya satu pahala.  Begitu juga barangsiapa berbuat jahat kepada orang lain, baginya seksa yang dahsyat.

9.Menghadapi Musuh
Ketika aku menjadi pemaaf dan tak mempunyai rasa dengki, hatiku lega, jiwaku bebas dari bara permusuhan.  Ketika musuhku lewat di hadapanku, aku sentiasa menghormatinya.  Semua itu kulakukan agar aku dapat menjaga diriku dari kejahatan.
Aku tampakkan keramahanku, kesopananku dan rasa persahabatanku kepada orang-orang yang kubenci, sebagaimana ku tampakkan hal itu kepada orang-orang yang kucintai.
Manusia adalah penyakit dan penyakit itu akan muncul bila kita mendekati mereka.  Padahal menjauhi manusia bererti memutuskan persahabatan.

10.Tipu Daya Manusia
Mudah-mudahan anjing-anjing itu dapat bersahabat denganku, kerana bagiku dunia ini sudah hampa dari manusia.  Sehina-hinanya anjing, ia masih dapat menunjukkan jalan untuk majikannya yang tersesat, tidak seperti manusia-manusia jahat yang selamanya tak akan memberi petunjuk.  Selamatkanlah dirimu, jaga lidahmu baik-baik, tentu kamu akan bahagia walaupun kamu terpaksa hidup sendiri.

11.Tempat Menggantungkan Harapan
Apabila engkau menginginkan kemuliaan orang-orang yang mulia, maka dekatilah orang yang sedang membangun rumah untuk Allah.  Hanya orang yang berjiwa mulia yang dapat menjaga nama baik dirinya dan selalu menghormati tamunya, baik ketika hidup mahupun setelah mati.

12.Menjaga Nama Baik
Jika seseorang tak dapat menjaga nama baiknya kecuali dalam keadaan terpaksa, maka tinggalkanlah dia dan jangan bersikap belas kasihan kepadanya.  Banyak orang lain yang dapat menjadi penggantinya.  Berpisah dengannya bererti istirehat.  Dalam hati masih ada kesabaran buat sang kekasih, meskipun memerlukan daya usaha yang keras.
Tak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadangkala dibalas dengan sikap tak sopan.  Jika cinta suci tak datang dari tabiatnya, maka tak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.
Tidak baik bersahabat dengan pengkhianat kerana dia akan mencampakkan cinta setelah dicintai.  Dia akan memungkiri jalinan cinta yang telah terbentuk dan akan menampakkan hal-hal yang kelmarin menjadi rahsia.
Selamat tinggal dunia jika tasnya tidak lagi ada sahabat yang jujur dan menepati janji.